Tuesday, April 12, 2016

Kecamatan Jayaloka

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan tugas akhir yang berupa buku Kecamatan Jayaloka. Tugas akhir ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah Pengantar Geografi / Filsafat Geografi pada program studi pendidikan geografi.
Pada kesempatan kali ini, saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah memberikan berbagai masukan dalam penyelesaian tugas akhir ini, khususnya kepada Bapak Mustofa sebagai dosen pengampu mata kuliah Pengantar Geografi.
Melalui penulisan ini, saya berharap bahwa nantinya laporan tugas akhir mata kuliah Pengantar Geografi mampu memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan baik dari segi akademis maupun bidang yang terkait. Penulis menyadari bahwa dalam kepenulisan Laporan masih terdapat kekurangan, sehingga memohon krtik dan saran yang membangun agar tercapai kesempurnaan. Semoga laporan tugas akhir ini memberikan manfaat bagi saya dan pihak manapun.

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Malang, 4 Desember 2015



Penyusun


DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR.............................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................... iii
DAFTAR TABEL .................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 10
1.2 Tujuan ..............................................................................................11
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tema 1 Lokasi ....... ..........................................................................13
2.2 Tema 2 Tempat ................................................................................ 18
2.3 Tema 3 Interaksi Manusia dengan lingkungan ...................................  53
2.4 Tema 4 Gerakan............................................................................... 57
2.5 Tema 5 Wilayah ............................................................................... 63

BAB III PENUTUP
5.1Kesimpulan.......................................................................................  66
5.4 Saran................................................................................................ 66

DAFTAR RUJUKAN


DAFTAR TABEL

Tabel 1 Nama Kelurahan / Desa............................................................. 8
Tabel 2 Luas Lahan Kecamatan Jayaloka.............................................   15
Tabel 3 Jumlah Penduduk Kecamatan Jayaloka...................................    16


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kantor Kecamatan Jayaloka................................................... 8
Gambar 2 Peta Kecamatan Jayaloka.....................................................  14
Gambar 3 Cara Tanam Padi Darat........................................................  23
Gambar 4 Sungai Kungku.....................................................................  25
Gambar 5 Kebun Karet Rakyat Di desa Margatani..............................   27
Gambar 6 Salah Satu akses jalan di desa Bumirejo..............................    28
Gambar 7 Aksesibilitas ke desa Giriyoso..............................................   29
Gambar 8 Perkebunan Sawit di desa Ngestiboga II..............................   32
Gambar 9 Flora di Kecamatan Jayaloka...............................................   34
Gambar 10 Orang Yasinan..................................................................... 37
Gambar 11 Orang shalawatan................................................................ 37
Gambar 12 Peringatan 17 Agustus di Lapangan Budi Utomo...............    38
Gambar 13 Paskibraka SMA Negeri 1 Jayaloka.................................... 39
Gambar 14 Masyarakat bergotong royong membuat rumah..................   41
Gambar 15 Orang sedang memotong karet............................................ 42
Gambar 16 Salah satu ruko yang terdapat di desa Kertosono................  43
Gambar 17 Kantor Kepala desa Purwodadi........................................... 44
Gambar 18 SMA yang terdapat di Kecamatan Jayaloka.......................   45
Gambar 19 SLTP 1 Margatunggal.........................................................  45
Gambar 20 SD 1 Ngestiboga II.............................................................. 46
Gambar 21 Pasar Kecamatan Jayaloka..................................................  47
Gambar 22 Pasar kecamatan Jayaloka saat hujan..................................   47
Gambar 23 Puskesmas........................................................................... 48
Gambar 24 Masjid di desa Kertosono.................................................... 49
Gambar 25 Masjid Agung di desa Giriyoso...........................................   49
Gambar 26 Kantor Polisi di Kelurahan Margatunggal..........................     50
Gambar 27 Jalan di Kecamatan Jayaloka terlihat sepi...........................    51
Gambar 28 Lapangan Budi utomo Kelurahan Margatunggal................     51
Gambar 29 Lapangan desa Margatani.................................................... 52
Gambar 30 Lapangan Volly di desa Sukowono.....................................  52
Gambar 31 Pembukaan lahan sawit.......................................................  55
Gambar 32 Pembakaran pembukaan lahan............................................  56
Gambar 33 akses dari Kecamatan Jayaloka – Kecamatan Sukakarya...   57
Gambar 34 Mobil truk sedang mengangkut karet..................................   58
Gambar 35 Motor penjual sayur............................................................  58
Gambar 36 Alat Komunikasi.................................................................  60
Gambar 37 Radio...................................................................................61
Gambar 38 Orang mendapat Informasi dari televisi..............................    62
Gambar 39 Peta Kabupaten Musi Rawas............................................... 63
Gambar 40 Peresmian PLTMG Oleh bapak Ridwan Mukti..................   64
Gambar 41 Pembangunan Awal Proyek PLTMG..................................  65



BAB I

PENDAHULUAN

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer yang menggunakan 3 pendekatan yakni Keruangan, Kelingkungan dan Kompleks Wilayah.

Dalam mengkaji suatu daerah yang di lakukan oleh seorang pengkaji bukan hanya sekedar mengetahui letak daerah tersebut dan bagaimana cara untuk menuju ke daerah tersebut. Namun pengkaji harus melakukan kajian secara kompleks mengenai daerah tersebut. Dan untuk mengkaji daerah dengan benar maka perlu menggunakan 5 tema fundamental geografi, yang meliputi lokasi, tempat, interaksi manusia dengan lingkungan, gerakan, dan region. Kelima tema tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Dalam hal ini daerah yang di kaji oleh pengkaji adalah Kecamatan Jayaloka yang merupakan tempat tinggal pengkaji tersebut.

Kecamatan Jayaloka adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Jayaloka dengan luas wilayah 241 Km2. Secara umum mata pencaharian masyarakat Kecamatan Jayaloka bersumber pada pertanian dan perkebunan dengan presentase 85 % perdagangan dan jasa sebanyak 10 % dan lain – lainya sebesar 5 %.

Gambar 1 : Kantor Kecamatan Jayaloka

Sumber : Seputar Jayaloka
Sementara itu kecamatan Jayaloka terdiri dari 11 desa dan 1 Kelurahan. Adapun desa dan kelurahan tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 1 : Nama Kelurahan / Desa

No Nama Kelurahan / Desa Kode Pos
1 Margatunggal 31665
2 Sidodadi 31665
3 Sukowono 31665
4 Bumi Rejo 31665
5 Margoyoso 31665
6 Giriyoso 31665
7 Ngestiboga II 31665
8 Kertosono 31665
9 Purwodadi 31665
10 Donorojo 31665
11 Ngestiboga I 31665
12 Margatani 31665
Sumber : Bps Musi Rawas

      1.1. Latar Belakang

Pengkajian ini di lakukan adalah salah satu syarat untuk memenuhi tugas kuliah pengantar geografi, yakni dalam rangka penerapan ilmu geografi dalam kajian sebenarnya. Pengkajian yang dilakukan menggunakan pendekatan geografi dengan 5 tema fundamental geografi.

Pengkaji memiliki kesulitan untuk mendapatkan informasi dan data mengenai kecamatan yang sistematis, dikarenakan terbatasnya pihak yang berkenan untuk melakukan pengkajian tentang hal tersebut. Melihat realita yang ada, maka pengkaji tertarik untuk melakukan kajian tentang Kecamatan dengan 5 tema fundamental geografi yang nanti outputnya memberikan informasi lengkap, mulai letak, karakter fisik, interaksi manusia dan lingkungan, perpindahan manusia dan transportasi barang sampai formal region dan fungsi region.

Kecamatan Jayaloka yang merupakan tempat tinggal pengkaji sangat minim sekali informasinya. Sehingga sangat di perlukan tentang informasi tentang Kecamatan Jayaloka yang sistematis dan jelas.

1.2. Tujuan

Tujuan dari pengkaji dalam melakukan sebuah pengkajian mengambil peranan cukup penting dalam menentukan hasil dan kualitas dari pengkajian yang di lakukan, sehingga tujuan pengkaji selalu mengarah pada kepentingan bersama dan dalam konteks yang sesungguhnya. Adapun tujuan dilakukan pengkajian ini adalah sebagai berikut :

  1. Mampu menyelesaikan tugas mata kuliah filsafat geografi.
  2. Memberikan informasie kepada pembaca mengenai Kecamatan Jayaloka
  3. Menjadi referensi bagi perangkat desa dalam pengembangan Kecamatan
  4. Menghasilkan karya tulis yang berupa buku Kecamatan yang dapat di pertanggung jawabkan.


BAB II
PEMBAHASAN

5 tema fundamental geografi adalah 5 pembahasan dasar dalam ilmu geografi yang berkaitan dengan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kompleks wilayah. Adapaun 5 tema fundamental tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Lokasi
  2. Tempat
  3. Interaksi manusia dengan lingkungan
  4. Gerakan
  5. Perpindahan Manusia



TEMA 1
LOKASI
  1. Konsep lokasi
Adalah sebuah konsep yang menkaji suatu objek di permukaan bumi. Konsep lokasi dalam geografi dibagi menjadi 2 yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi suatu tempat di permukaan bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Sedangkan lokasi relatif adalah suatu lokasi di permukaan bumi yang dilihat dari tempat lain di sekitarnya.

  1. Lokasi Absolut
Kecamatan Jayaloka secara astronomis terletak pada posisi 20,00 -30,40 LS dan 102,0,00 -1030,45 BT.

  1. Lokasi Relatif
Kecamatan Jayaloka terletak di bagian selatan Kabupaten Musi Rawas dengan memiliki batas sebagai berikut :


  • sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sukakarya
  • sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Tiang Pumpung Kepungut
  • sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut
  • sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan BTS Ulu.
Gambar 2 : Peta Kecamatan Jayaloka
Sumber : Musi Rawas Dalam Angka

Tabel 2. Luas Lahan di Kecamatan Jayaloka

Kelurahan/Desa
Luas Lahan (Ha)
1. Marga Tunggal
2. Sidodadi
3. Sukowono
4. Bumi Rejo
5. Margoyoso
6. Giriyoso
7. UPT Ngestiboga II
8. Kertosono
9. Purwodadi
10. Donorojo
11. Ngestiboga I
12. Marga Tani
1.848,65
352,12
184,86
176,06
440,15
4.401,54
3.081,08
1.760,62
440,15
704,25
4.392,74
2.728,96
Jumlah
20.513,18



Sumber : Bps Musi Rawas



Tabel 3. Jumlah Penduduk Kecamatan Jayaloka
Kelurahan/Desa
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Rasio
1. Marga Tunggal
2. Sidodadi
3. Sukowono
4. Bumi Rejo
5. Margoyoso
6. Giriyoso
7. UPT Ngestiboga II
8. Kertosono
9. Purwodadi
10. Donorojo
11. Ngestiboga I
12. Marga Tani
1.092
306
430
168
305
672
949
618
152
438
782
676
1.010
298
412
155
249
593
846
537
153
391
758
647
2.102
604
842
232
554
1.265
1.795
1.155
305
892
1.540
1.323
108,12
102,68
104,37
108,39
122,49
113,32
112,17
115,08
99,35
112,02
103,17
104,48
Jumlah
6.588
6.049
12.637
108,91


Sumber : BPS Kabupaten Musi Rawas


  1. Jarak
Jarak merupakan Kerangka berpikir untuk memahami keberadaan suatu objek di tinjau dari aspek jauh-dekat ataupun waktu tempuh dari objek lain. Kecamatan Jayaloka memiliki jarak dengan Pusat Kota Lubuk Linggau cukup jauh yakni 60 km. Kecamatan Jayaloka memiliki jarak yang cukup dekat dengan kecamatan yang lainnya. Sehingga kegiatan perekonomian masih cukup bagus. Hal ini di dukung dengan akses yang cukup baik. Sehingga roda perekonomian berjalan lancar.




TEMA 2
TEMPAT ( SPACE)

Sesuatu tempat di permukaan bumi memiliki ciri-ciri budaya dan sifat-sifat fizikalnya tersendiri. Satu tujuan geografi ialah untuk mengkaji sifat-sifat istimewa dan makna sesuatu tempat. Pemahaman manusia terhadap diversiti berakar umbi pada tempat, jadi konsep ini penting untuk membawa pengalaman manusia ke dalam gambaran geografi atau kejadian dipermukaan bumi yang saling berkaitan dan mengalami sebuah proses yang saling mempengaruhi antara satu kejadian dengan kejadian yang lain di suatu titik kejadian yang dinamakan tempat atau place. Yang kemudian akan di bandingkan dengan .tempat lain yang memiliki karakteritik yang berbeda Sehingga akan diperoleh sistem pola berdasarkan pendekatan keruangan geografi.

Tempat menggambarkan karakteristik manusia dan fisik lokasi. Karakteristik fisik melputi deskripsi mengenai pegunungan, sungai, pantai, topografi, hewan, dan tanaman. Karakteristik manusia mencakup fitur budaya manusia dirancang dari sebuah tempat dari penggunaan lahan dan arsitektur untuk bentuk mata pencaharian dan agama dengan cara – cara makanan dan rakyat untuk jaringan transportasi dan komunikasi.


  • Karakteristik Fisik Di Kecamatan Jayaloka

Merupakan kejadian pada geosfer yang mengalami proses, sehingga menghasilkan suatu kenampakan yang dapat menjadikan sebuah karakteristik tertentu. Karakteristik fisik yang dipelajari dalam geografi yaitu bentuk dan proses yang terdapat dalam suatu bentang alam. Komponen yang termasuk dalam bentang alam adalah lahan (litosfer), air (hidrosfer), hewan dan tumbuhan (bisofer), iklim dan cuaca (atmosfer).

Studi geografi terhadap bentuk komponen bentang alam dimaksudkan untuk mengkaji karakteristik dan persebarannya. Sementara Studi geografi terhadap proses bentang alam dimaksudkan untuk mengkaji energi yang mengiringi proses pembentukan, cara pembentukan, kronologi pembentukan suatu objek alam, dan faktor eksternal yang mempengaruhi perubahannya (interelasi dan interaksi antargejala).

Ilmu bantu yang digunakan untuk mengkaji krakteristik fisik dalam geografi terdiri dari beberapa disiplin ilmu, di antaranya: geologi, geomorfologi, meteorologi, klimatologi, hidrologi, oceanografi, dan biogeografi.

Geologi merupakan ilmu bantu dalam geografi untuk mengkaji ”isi” bumi. Geomorfologi merupakan displin terapan untuk mengkaji karakteristik dan proses pembentukan relief bumi. Meteorologi dan klimatologi merupakan disiplin terapan untuk mengkaji cuaca dan iklim. Hidrologi dan oceanografi merupakan ilmu bantu untuk mengkaji perairan darat dan laut. Biogeografi merupakan displin terapan untuk mengkaji karakteristik serta persebaran hewan dan tumbuhan.

Kecamatan Jayaloka memiliki karakteristik fisik yang beragam.


Lahan

Bentuk lahan di Kecamatan Jayaloka berupa perbukitan yang landai. Sehingga sangat potensial untuk perkebunan dan pertanian.

Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalamekosistem yang sesuai; mengolah, dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Tanaman yang ditanam bukanlah tanaman yang menjadi makanan pokok maupun sayuran untuk membedakannya dengan usahaladang dan hortikultura sayur mayur dan bunga, meski usaha penanaman pohon buah masih disebut usaha perkebunan. Tanaman yang ditanam umumnya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, antara kurang dari setahun hingga tahunan.Perkebunan dibedakan dari agroforestri dan silvikultur (budidaya hutan) karena sifat intensifnya.

Dalam perkebunan pemeliharaan memegang peranan penting; sementara dalam agroforestri dan silvikultur, tanaman cenderung dibiarkan untuk tumbuh sesuai kondisi alam. Karena sifatnya intensif, perkebunan hampir selalu menerapkan cara budidaya monokultur, kecuali untuk komoditas tertentu, seperti lada dan vanili. Penciri sekunder, yang tidak selalu berlaku, adalah adanya instalasi pengolahan atau pengemasan terhadap hasil panen dari lahan perkebunan itu, sebelum produknya dipasarkan. Perkebunan dibedakan dari usaha tani pekaranganterutama karena skala usaha dan pasar produknya.

Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung volume komoditas yang dihasilkan. Namun, suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya. Kepemilikan lahan bukan merupakan syarat mutlak dalam perkebunan, sehingga untuk beberapa komoditas berkembang sistem sewa-menyewa lahan atau sistem pembagian usaha, seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Perkebunan karet sangat berpotensi di Kecamatan Jayaloka, Karet merupakan komoditas utama di kecamatan Jayaloka.

Sedangkan pertanian  adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzimdalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikanatau eksploitasi hutan. Pertanian yang terdapat di Kecamatan Jayaloka adalah pertanian padi darat.


Gambar 3 : Nugal Sawah Darat ( Cara Tanam Padi Darat)
Sumber : Google.com

Tanah

Jenis tanah podsolik adalah tanah yang terdiri dari batuan yang banyak mengandung kuarsa. Tanah jenis ini dijumpai di pegunungan tinggi.Tanah podzolik adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin. Jenis tanah podsolik sangat mendominasi di Kecamatan Jayaloka.

Ciri-ciri tanah podzolik adalah sebagai berikut :

Tanah ini terbentuk akibat curah hujan yang tinggi dan suhunya yang rendah. Tanah ini mempunyai ciri-ciri yaitu miskin akan unsur hara, tidak subur dan berwarna merah sampai kuning. Tanah jenis ini cocok untuk tanaman kelapa dan jambu mente. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah dataran tinggi jawa barat, sumatera, maluku, kalimantan dan papua.

Tanah ini terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzol bercirikan miskin unsur hara, tidak subur, dan berwarna merah sampai kuning. Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete. Tanah podzol banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

    Keadaan Iklim

Kecamatan Jayaloka memiliki iklim tropis basah dengan rata – rata hujan cukup tinggi yaitu 219 mm per bulan. Dengan keadaan iklim yang seperti ini maka Pertanian dan Perkebunan di Kecamatan Jayaloka tidak akan kehabisan sumber air. Sehingga pertanian dapat berlangsung dengan baik.

    Air ( Hidrosfer)

Sungai merupakan sumber air yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia. Sehingga kebersihan sungai sangatlah penting untuk di jaga. Salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Jayaloka adalah sungai Kungku.

   Gambar 4 : Sungai Kungku
   Sumber : Seputar Jayaloka

Sungai Kungku merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Jayaloka. Sungai ini dimanfaatkan oleh masyarakat jayaloka untuk berbagai kebutuhan. Misalnya seperti mandi, mencuci dan lain sebagainya. Sebagian masyarakat jayaloka juga memanfaatkannya sebagai air minum.

    Flora dan Fauna

    Flora ( Tumbuhan)

Adalah semua dari jenis tanaman. Kecamatan Jayaloka memiliki beragam flora. Namun hampir semua flora di Kecamatan Jayaloka adalah tanaman tahunan atau tanaman produksi. Selain itu di Kecamatan jayaloka tidak terdapat flora khas atau flora asli Kecamatan Jayaloka. Semua flora di Kecamatan Jayaloka juga terdapat di wilayah lain. Seperti halnya karet dan sawit.

    ( Tanaman Karet )

Tanaman karet adalah tanaman daerah tropis. Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi di atas. Di beberapa kebun karet ada kecondongan arah tumbuh tanamannya agak miring kea rah utara. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal lateks (Anonim, 1999).

Memang, tanaman karet tergolong mudah diusahakan. Apalagi kondisi Negara Indonesia yang beriklim tropis, sangat cocok untuk tanaman yang berasal dari Daratan Amerika Tropis, sekitar Brazil. Hampir di semua daerah di Indonesia, termasuk daerah yang tergolong kurang subur, karet dapat tumbuh baik dan menghasilkan lateks. Karena itu, banyak rakyat yang berlomba-lomba membuka tanahnya untuk dijadikan perkebunan karet.

  Gambar 5 : Kebun Karet Rakyat di desa Margatani
  Sumber : Seputar Jayaloka

Luas lahan karet yang dimiliki Indonesia mencapai 2,7-3 juta hektar. Ini merupakan lahan karet yang terluas di dunia. Perkebunan karet yang besar banyak diusahakan oleh pemerintah serta swasta. Sedangkan perkebunan karet dalam skala kecil pada umumnya dimiliki oleh rakyat.


Kecamatan Jayaloka adalah salah satu kecamatan yang memiliki potensi kebun karet yang sangat luas. Luas lahan karet di kecamatan Jayaloka adalah 20.513,18 Ha. Sehingga dengan potensi yang sangat besar sangat memungkinkan menjadikan Kecamatan Jayaloka sebuah kecamatan yang maju di Kabupaten Musi Rawas. Selain itu kecamatan jayaloka berpotensi untuk maju karena aksesibilitas di kecamatan jayaloka sudah cukup bagus. Sehingga sangat mudah untuk melakukan penjualan hasil dari kebun Karet yang di peroleh para petani kepada pihak pengepul. 



 





   

No comments:

Post a Comment