Perjalanan ini dilakukan pada tahun 2010 tepatnya saya semester 4,,saya berangakat dari desa kertosono menuju ke kota lubuk linggau bersama temen-temen kuliah dan pengambilan vidio ini melalu kamera hp nokia 6300 jadi harap maklum kalau kwalitas gambarnya tidak bersih.
Pada tanggal 11 April 1956 Rimba Kungku diresmikan oleh Presiden RI Ir.Soekarno dengan memberikan nama Jayaloka dan ditandai dengan penanaman kepala kerbau di simpang masuk Rimba Kungku. Jayal artinya makmur dan sejahtera, Loka artinya tempat.
Wednesday, November 9, 2016
Tuesday, November 1, 2016
SMANJAYALOKA: Sejarah Singkat SMA Negeri Jayaloka
SMANJAYALOKA: Sejarah Singkat SMA Negeri Jayaloka: SMA Negeri Jayaloka didirikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor 377/KPTS/Diknas/2004, tentang Penetapan SMA Negeri di...
Rimba Kungku: Harga Karet Hari ini Langsung Dari Palembang
Rimba Kungku: Harga Karet Hari ini Langsung Dari Palembang: Harga karet di bursa tocom hari ini masih menunjukan kinerja negatif dengan penurunan 0,5 yen ke level 183 yen/kg sedangkan harga rubber...
Sunday, October 23, 2016
Perubahan Nama Lorong Sangar Menjadi Lorong Kenanga di Desa Kertosono Dusun 1
LORONG KENANGA DUSUN 1 DESA KERTOSONO
Gambar 1 : Lorong Sangar ( Dulu ) Dusun 1 Desa Kertosono
Gambar 1 : Lorong Sangar ( Dulu ) Dusun 1 Desa Kertosono
Setalah berpuluh tahhun lorong kenanga hangus di telan jaman, Akhirnya berdiri lagi dan di akui masyarakat desa kertosono pada tanggal 01-10-2016 tepatnya pada malam peringatan satu suro, Jadi bukan lorong sangar yang kerap di sebut oleh masyarakat desa atau pun masyarakat seputar kecamatan tersebut, bahkan nama lorong sangar terkenal sampai di luar kecamatan.
Ide itu muncul dari gagasan Bp. Kepala Dusun 1 Suis Wanto, Tokoh Masyarakat ( Mantan Sekdes Bp. Hadi Rozali ) dan pemuda dusun wawan, supo cs yang tak kalah pentingnya masyarakat desa di bawah pimpinan Kepala Desa Kertosono Bp. Usmanusi ( lorong sangar kembalikan pada asalnya lorong kenanga).... Lorong kenanga dulu di beri nama oleh seorang mahasiswa KKN yang sedang melakukan penelitian untuk skripsi di desa kertosono di era mas pimpinan kepala desa Bp. Sucipto dan sekdesnya bp. hadi rozali, karena lorong tersebut dulu belum ada papan namanya ( namanya lorong ) namun karena papan nama tersebut terbuat dari kayu akhirnya rusak alias hangus,,karena isengnya masyarakat yang tak bertangung jawab dari mulut ke mulut akhirnya terketuslah kata lorong sangar, karena seringnya masyarakat dalam lorong tersebut sering bentrok sampai mencuat tenar. BIARLAH WAKTU TERUS BERPUTAR, JAMAN TERUS BERUBAH, KEPEMIMPINAN TERUS BERGANTI NAMUN SEJARAH JANGAN SAMPAI TERLUPAKAN.
Sumber : Kadus 1 Desa Kertosono
Sumber : Kadus 1 Desa Kertosono
SUIS WANTO
Gambar 2 : Lorong Kenanga ( Sekarang ) Dusun 1 Desa Kertosono
Tuesday, October 11, 2016
Kelurahan dan Desa Di Kecamatan Jayaloka
Kecamatan Jayaloka dengan luas 4.080 km² mempunyai 1 Kelurahan dan 12 Desa diantara sebagai berikut
Kelurahan :
1. Marga Tunggal
Marga Tunggal atau sering disebut simpang meruapakn satu-satunya kelurahan yang ada di kecamatan jayaloka, dimana di kelurahan inilah letak pemerintahan kecamatan jayaloka berada, mulai dari PUSKESMAS, KANTOR PLN, POLSEK, KANTOR KUA, KANTOR CAMAT, PASAR, KORAMIL, MASJID AGUNG, GEDUNG SERBA GUNA dan masih banyak yang lainya.
Dimana kelurahan marga tunggal mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Marga Tunggal
b. MTS Al-Ikhlas
c. 2 Lapangan Bolla Volly
Dimana kelurahan marga tunggal mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Marga Tunggal
b. MTS Al-Ikhlas
c. 2 Lapangan Bolla Volly
d. Lapangan Sepak Bolla
e. 2 Musholla
f. TK
f. TK
g. Kantor Lurah
Desa :
1. Sidodadi
Desa Sidodadi atau yang sering di sebut KP 1 mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Sidodadi
b. Masjid
c. Kantor Desa
d. Lapangan Bolla Volly
e. Makam Pahlawan
f. Balai Desa
2. Sukowono
Desa Sukowono atau yang sering di sebut KP 2 mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Sukowono ( PERSIT )
3. Bumirejo
4. Donorojo
5. Margoyoso
6. Purwodadi
7. Kertosono
8. Giriyoso
9. Ngestiboga 1
10. Ngestiboga 2
11. Ngestikarya
12. Margatani
Kelurahan dan Desa Di Kecamatan Jayaloka
Kecamatan Jayaloka dengan luas 4.080 km² mempunyai 1 Kelurahan dan 12 Desa diantara sebagai berikut
Kelurahan :
1. Marga Tunggal
Marga Tunggal atau sering disebut simpang meruapakn satu-satunya kelurahan yang ada di kecamatan Jayaloka, dimana di kelurahan inilah letak pemerintahan kecamatan jayaloka berada, mulai dari PUSKESMAS, KANTOR PLN, POLSEK, KANTOR KUA, KANTOR CAMAT, PASAR, KORAMIL, MASJID AGUNG, GEDUNG SERBA GUNA dan masih banyak yang lainya.
Dimana kelurahan marga tunggal mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Marga Tunggal
b. MTS Al-Ikhlas
c. 2 Lapangan Bolla Volly
Dimana kelurahan marga tunggal mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Marga Tunggal
b. MTS Al-Ikhlas
c. 2 Lapangan Bolla Volly
d. Lapangan Sepak Bolla
e. 2 Musholla
f. TK
f. TK
g. Kantor Lurah
Desa :
1. Sidodadi
Desa Sidodadi atau yang sering di sebut KP 1 mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Sidodadi
b. Masjid
c. Kantor Desa
d. Lapangan Bolla Volli
e. Makam Pahlawan
f. Balai Desa
2. Sukowono
Desa Sukowono atau yang sering di sebut KP 2 mempunyai Fasilitas Seperti :
a. SDN 1 Sukowono ( PERSIT )
b. Masjid
c. Kantor Desa
d. Balai Desa
e. Lapangan Bola Voli
f. Lapangan Sepak Bola
3. Bumirejo
Desa Bumirejo atau yang sering di sebut KP 3 mempunyai Fasilitas Seperti :
4. Donorojo
Desa Donorojo atau yang sering di sebut KP 4 mempunyai Fasilitas Seperti :
5. Margoyoso
Desa Margoyoso atau yang sering di sebut KP 5 mempunyai Fasilitas Seperti :
6. Purwodadi
Desa Purwodadi atau yang sering di sebut KP 6 mempunyai Fasilitas Seperti :
7. Kertosono
Desa Kertosono atau yang sering di sebut KP 8 mempunyai Fasilitas Seperti :
8. Giriyoso
Desa Giriyoso atau yang sering di sebut KP 9,KP 10,KP 11,KP 12 mempunyai Fasilitas Seperti :
9. Ngestiboga 1
Desa Ngestiboga 1 atau yang sering di sebut Trans 1 mempunyai Fasilitas Seperti :
10. Ngestiboga 2
Desa Ngestiboga 2 atau yang sering di sebut Trans 2 mempunyai Fasilitas Seperti :
11. Ngestikarya
Desa Ngestikarya mempunyai Fasilitas Seperti :
12. Margatani
Desa Margatani mempunyai Fasilitas Seperti :
Tuesday, September 27, 2016
Mengetik Data Waktu
Dalam MS Excel data tanggal, bulan, tahun atau waktu dikategorikan dalam nilai numeric. Tetapi data waktu ini harus diformat sehingga akan ditampilkan sebagai tanggal, bulan, dan tahun dengan demikian data ini akan lebih mudah untuk dibaca.
Program MS Excel akan mengatur tanggal, bulan, dan tahun dengan sistem nomor seri. Dengan adanya sistem ini maka akan lebih mudah ketika diterapkan formula dalam sebuah tabel.
Berikut ini format tanggal, bulan, dan tahun yang disediakan oleh MS Excel antara lain :
Tanggal yang
dimasukkan sel |
Penerapan dalam MS
Excel |
41275
|
41275 |
41275
|
41275 |
41275
|
41275 |
41275
|
41275 |
41275
|
41275 |
41275
|
41275 |
41275
|
January 1 pada tahun saat ini. |
41275
|
January 1 pada tahun saat ini. |
41275
|
January 1 pada tahun saat ini. |
41275
|
January 1 pada tahun saat ini. |
Tidak semua data tanggal. bulan dan tahun dapat ditafsirkan MS Excel jika tidak percaya cobalah ketik January 12 2013, January-12 2013 atau Jan-12/2013, maka hasilnya tidak dikenali.
Untuk menunjukan data waktu seperti jam untuk standar US biasanya diakhiri dengan kode waktu AM atau PM untuk lebih jelasnya simak tabel di bawah ini :
Data waktu dalam
sel
|
Penerapan dalam MS
Excel |
0,40625
|
0,40625
|
0,40625
|
0,40625
|
0,90625
|
0,90625
|
0,40625
|
0,40625
|
0,652777778
|
0,652777778
|
Catatan :
Jika anda memasukan data waktu lebih dari 24 jam, maka MS Excel akan menambahkan waktu yang disesuaikan. Misalnya anda mengetikan jam 26:00 maka hasilnya adalah January 1,1990 02:00 AM. Penting untuk diketahui jika nilai waktu tanpa tanggal maka hasilnya adalah Januari 1,1990.
Cara Pengetikan Data Nilai di MS Excel
Jika anda mengetik atau menuliskan data pada lembar kerja Excel atau dikenal dengan istilah worksheet maka program ini secara otomatis akan membedakan tipe data data apakah termasuk nilai, tanggal atau waktu, teks, atau formula. Untuk lebih jelasnya simak data berdasarkan tipe di bawah ini.
Mengetik Data Nilai
Saat anda mengetikan beberapa deret angka numeric dalam sel maka oleh MS Excel akan ditafsirkan sebagai nilai data. Meskipun demikian data nilai ini dapat disisipi beberapa simbol atau karakter antara lain :
Simbol negatif (-) jika diketik diawal angka maka MS Excel akan menafsirkan sebagai angka negatif
Simbol Positif (+) bila diketik di depann angka maka MS Excel akan menafsirkan sebagai angka positif namun simbol itu biasanya akan dihilangkan.
Simbol Positif (+) bila diketik di depann angka maka MS Excel akan menafsirkan sebagai angka positif namun simbol itu biasanya akan dihilangkan.
Simbol kurung ( () ) bila diketik melingkupi angka positif maka MS Excel akan menafsirkan sebagai angka negatif jadi sama seperti simbol negatif.
Simbol persen (%) bila diketik di belakang angka maka MS Excel akan menafsirkan angka itu sebagau persentase juga akan ditafsirkan sebagai numeric persen.
Simbol persen (%) bila diketik di belakang angka maka MS Excel akan menafsirkan angka itu sebagau persentase juga akan ditafsirkan sebagai numeric persen.
Simbol mata uang seperti dollar ($) jika ditulis di depan angka maka MS Excel akan menafsirkan sebagai mata uang.
Simbol pemisah ribuan ( seperti tanda koma atau titik ) jika diketik dalam deret angka ribuan maka akan ditafsirkan sebagai tipe numeric misalnya saja angka 5,600 maka akan ditafsirkan sebagai nilai tetapi tidak untuk 56,00.
Simbol pemisah ribuan ( seperti tanda koma atau titik ) jika diketik dalam deret angka ribuan maka akan ditafsirkan sebagai tipe numeric misalnya saja angka 5,600 maka akan ditafsirkan sebagai nilai tetapi tidak untuk 56,00.
Simbol notasi ilmiah jika diketik diantara deret angka maka akan dibaca oleh MS Excel sebagai nilai notasi ilmiah misalnya huruf E yang diketik ditengah deret seperti 8.4E7 maka akan ditafsirkan dengan 8.4e+07 dan hasilnya 84000000
Selamat Mencoba
Selamat Mencoba
Saturday, September 24, 2016
Harga Karet Spot Palembang
Semua data di blog ini di ambil dari sumber terpercaya, kami selalu memberikan data secara real time agar bisa menjadi bahan rujukan untuk petani karet seluruh indonesia. Harga karet yang tercantum di blog ini merupakan harga karet indonesia kualitas ekspor dan sudah di potong pajak. Dan bukan harga dasar pabrik. Semua data harga karet kami ambil dari situs BAPPEBTI. Inilah daftar harga karet hari ini.
04 April 2016 : Rp16,996
05 April 2016 ; Rp17,499
06 April 2016 : Rp17,891
07 April 1016 : Rp17,776
08 April 2016 : Rp17,818
18 April 2016 : Rp19,199
19 April 2016 : Rp19,081
20 April 2016 : Rp19,200
21 April 2016 : Rp19,865
22 April 2016 : Rp20,386
25 April 2016 : Rp20,051
26 April 2016 : Rp20,232
27 April 2016 : Rp20,010
28 April 2016 : Rp20,044
02 Mei 2016 : Rp19,617
03 Mei 2016 : Rp19,019
04 Mei 2016 : Rp19,140
09 Mei 2016 : Rp18,930
10 Mei 2016 : Rp18,613
11 Mei 2016 : Rp18,593
12 Mei 2016 : Rp18,605
13 Mei 2016 : Rp18,556
16 Mei 2016 : Rp17,780
17 Mei 2016 : Rp17,554
18 Mei 2016 : Rp17,754
19 Mei 2016 : Rp17,143
20 Mei 2016 : Rp16,695
23 Mei 2016 : Rp16,791
24 Mei 2016 : Rp15,919
25 Mei 2016 : Rp16,569
26 Mei 2016 : Rp16,324
27 Mei 2016 : Rp16,602
30 Mei 2016 : Rp16,847
31 Mei 2016 : Rp17,032
01 Juni 2016 : Rp16,733
02 Juni 2016 : Rp16,338
03 Juni 2016 : Rp16,552
06 Juni 2016 : Rp16,578
07 Juni 2016 : Rp16,786
08 Juni 2016 : Rp16,445
09 Juni 2016 : Rp16,248
10 Juni 2016 : Rp15,931
13 Juni 2016 : Rp15,889
14 Juni 2016 ; Rp15,941
15 Juni 2016 : Rp15,796
16 Juni 2016 : Rp15,739
17 juni 2016 : Rp15,869
21 Juni 2016 : Rp16,421
22 Juni 2016 : Rp16,170
23 Juni 2016 : Rp16,462
24 Juni 2016 : Rp16,554
27 Juni 2016 : Rp16,315
28 Juni 2016 : Rp16,292
18 Juli 2016 : Rp16,626
19 Juli 2016 : Rp16,501
20 Juli 2016 : Rp16,611
21 Juli 2016 : Rp16,888
22 Juli 2016 : Rp17,046
25 Juli 2016 : Rp16,366
26 Juli 2016 : Rp16,740
27 Juli 2016 : Rp16,609
28 Juli 2016 : Rp16,701
29 Juli 2016 : Rp16,787
01 Agustus 2016 : Rp16,115
02 Agustus 2016 : Rp16,323
03 Agustus 2016 : Rp16,471
04 Agustus 2016 : Rp16,501
15 Agustus 2016 : Rp16,913
16 Agustus 2016 : Rp16,936
18 Agustus 2016 : Rp16,865
19 Agustus 2016 : Rp16,766
22 Agustus 2016 : Rp16,879
23 Agustus 2016 : Rp16,573
24 Agustus 2016 : Rp16,379
25 Agustus 2016 : Rp16,305
26 Agustus 2016 : Rp16,182
29 Agustus 2016 : Rp16,235
30 Agustus 2016 : Rp16,257
31 Agustus 2016 : Rp16,239
Harga karet sicom TSR 20 di bursa Singapura hari ini rabu tanggal 31 Agustus 126,1 sen dollar/kg.
Sumber : www.hargakaret.yu.tl
04 April 2016 : Rp16,996
05 April 2016 ; Rp17,499
06 April 2016 : Rp17,891
07 April 1016 : Rp17,776
08 April 2016 : Rp17,818
18 April 2016 : Rp19,199
19 April 2016 : Rp19,081
20 April 2016 : Rp19,200
21 April 2016 : Rp19,865
22 April 2016 : Rp20,386
25 April 2016 : Rp20,051
26 April 2016 : Rp20,232
27 April 2016 : Rp20,010
28 April 2016 : Rp20,044
02 Mei 2016 : Rp19,617
03 Mei 2016 : Rp19,019
04 Mei 2016 : Rp19,140
09 Mei 2016 : Rp18,930
10 Mei 2016 : Rp18,613
11 Mei 2016 : Rp18,593
12 Mei 2016 : Rp18,605
13 Mei 2016 : Rp18,556
16 Mei 2016 : Rp17,780
17 Mei 2016 : Rp17,554
18 Mei 2016 : Rp17,754
19 Mei 2016 : Rp17,143
20 Mei 2016 : Rp16,695
23 Mei 2016 : Rp16,791
24 Mei 2016 : Rp15,919
25 Mei 2016 : Rp16,569
26 Mei 2016 : Rp16,324
27 Mei 2016 : Rp16,602
30 Mei 2016 : Rp16,847
31 Mei 2016 : Rp17,032
01 Juni 2016 : Rp16,733
02 Juni 2016 : Rp16,338
03 Juni 2016 : Rp16,552
06 Juni 2016 : Rp16,578
07 Juni 2016 : Rp16,786
08 Juni 2016 : Rp16,445
09 Juni 2016 : Rp16,248
10 Juni 2016 : Rp15,931
13 Juni 2016 : Rp15,889
14 Juni 2016 ; Rp15,941
15 Juni 2016 : Rp15,796
16 Juni 2016 : Rp15,739
17 juni 2016 : Rp15,869
21 Juni 2016 : Rp16,421
22 Juni 2016 : Rp16,170
23 Juni 2016 : Rp16,462
24 Juni 2016 : Rp16,554
27 Juni 2016 : Rp16,315
28 Juni 2016 : Rp16,292
18 Juli 2016 : Rp16,626
19 Juli 2016 : Rp16,501
20 Juli 2016 : Rp16,611
21 Juli 2016 : Rp16,888
22 Juli 2016 : Rp17,046
25 Juli 2016 : Rp16,366
26 Juli 2016 : Rp16,740
27 Juli 2016 : Rp16,609
28 Juli 2016 : Rp16,701
29 Juli 2016 : Rp16,787
01 Agustus 2016 : Rp16,115
02 Agustus 2016 : Rp16,323
03 Agustus 2016 : Rp16,471
04 Agustus 2016 : Rp16,501
15 Agustus 2016 : Rp16,913
16 Agustus 2016 : Rp16,936
18 Agustus 2016 : Rp16,865
19 Agustus 2016 : Rp16,766
22 Agustus 2016 : Rp16,879
23 Agustus 2016 : Rp16,573
24 Agustus 2016 : Rp16,379
25 Agustus 2016 : Rp16,305
26 Agustus 2016 : Rp16,182
29 Agustus 2016 : Rp16,235
30 Agustus 2016 : Rp16,257
31 Agustus 2016 : Rp16,239
Harga karet sicom TSR 20 di bursa Singapura hari ini rabu tanggal 31 Agustus 126,1 sen dollar/kg.
Sumber : www.hargakaret.yu.tl
TUGU PAHLAWAN
Tugu Pahlawan yang terletak di Perbatasan antara Desa Sukowono ( KP 2 ) dan Desa Doonorojo ( KP 4 )
kondisinya sangat memprihatinkan,pada saat hari kemerdekaan kemarin tidak ada yang ingat sama tugu ini,semua masyarakat Jayaloka sibuk membuat perlombaan tetapi lupa akan sejarah.
Kondisinya sangat kotor,tidak ada pengecetan ulang,,ayo yang bergerak hatinya mari kita jaga,kita lestarikan sejarah para pahlawan,hanya ini yang bisa kita perjuangankan.
Thursday, May 26, 2016
CARA MENANAM BUAH NAGA DI POT
Jika anda ingin menikmati buah naga secara gratis, atau menanmnya dalam jumlah yang kecil. Itu mudah saja… anda bisa saja menanamnya dipot. Selain anda bisa menikmati buahnya, buah naga ini juga akan menghiasi rumah nada. Kelebihan yang lain adalah tanaman ini bisa anda pindah-pindah sesuai keinginan anda..
1. Menyiapkan Pot
Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot dari bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tetapi menurut pengalaman, pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastic dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.
2. Menyiapkan Tiang Panjatan
Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang supaya tidak roboh. Nantinya tiang ini akan dililit akar udara dan akan menopang beberapa cabang produksi yang berat yang tentu saja perlu dipilih dari bahan yang kuat tetapi juga perlu diperhatikan jangan sampai pot tidak bisa menahan beban berat tiang panjatan.
Sebaiknya tiang panjatan dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang diberi piringan yang berbentuk seperti stir mobil yang berfungsi untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
3. Media Tanam
Setelah pot dan tiang panjatan sudah selesai disiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Bahan-bahannya adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.
4. Penanaman bibit
Bibit sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.
5. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh beda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan ( untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di http://www.buahnaga.us ) .Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh, oleh karena itu perlu dilakukan pengikatan batang buah naga pada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar
Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot dari bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tetapi menurut pengalaman, pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastic dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.
2. Menyiapkan Tiang Panjatan
Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang supaya tidak roboh. Nantinya tiang ini akan dililit akar udara dan akan menopang beberapa cabang produksi yang berat yang tentu saja perlu dipilih dari bahan yang kuat tetapi juga perlu diperhatikan jangan sampai pot tidak bisa menahan beban berat tiang panjatan.
Sebaiknya tiang panjatan dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang diberi piringan yang berbentuk seperti stir mobil yang berfungsi untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
3. Media Tanam
Setelah pot dan tiang panjatan sudah selesai disiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Bahan-bahannya adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.
4. Penanaman bibit
Bibit sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.
5. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh beda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan ( untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di http://www.buahnaga.us ) .Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh, oleh karena itu perlu dilakukan pengikatan batang buah naga pada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar
Tuesday, April 12, 2016
Kecamatan Jayaloka
KATA
PENGANTAR
Assalammualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji
syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan tugas akhir yang berupa
buku Kecamatan Jayaloka. Tugas akhir ini merupakan salah satu syarat
untuk memenuhi mata kuliah Pengantar Geografi / Filsafat Geografi
pada program studi pendidikan geografi.
Pada
kesempatan kali ini, saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus
kepada seluruh pihak yang telah memberikan berbagai masukan dalam
penyelesaian tugas akhir ini, khususnya kepada Bapak Mustofa sebagai
dosen pengampu mata kuliah Pengantar Geografi.
Melalui
penulisan ini, saya berharap bahwa nantinya laporan tugas akhir mata
kuliah Pengantar Geografi mampu memberikan manfaat bagi pihak-pihak
yang memerlukan baik dari segi akademis maupun bidang yang terkait.
Penulis menyadari bahwa dalam kepenulisan Laporan masih terdapat
kekurangan, sehingga memohon krtik dan saran yang membangun agar
tercapai kesempurnaan. Semoga laporan tugas akhir ini memberikan
manfaat bagi saya dan pihak manapun.
Wassalammualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Malang,
4 Desember 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATAPENGANTAR.............................................................................. ii
DAFTAR
ISI
.......................................................................................... iii
DAFTAR
TABEL
.................................................................................. iv
DAFTAR
GAMBAR
...............................................................................v
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
................................................................................ 10
1.2
Tujuan
..............................................................................................11
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Tema 1 Lokasi .......
..........................................................................13
2.2
Tema 2 Tempat
................................................................................ 18
2.3
Tema 3 Interaksi Manusia dengan lingkungan
................................... 53
2.4
Tema 4
Gerakan............................................................................... 57
2.5
Tema 5 Wilayah
............................................................................... 63
BAB
III PENUTUP
5.1Kesimpulan....................................................................................... 66
5.4
Saran................................................................................................ 66
DAFTAR
RUJUKAN
DAFTAR
TABEL
Tabel
1 Nama Kelurahan /
Desa............................................................. 8
Tabel
2 Luas Lahan Kecamatan
Jayaloka............................................. 15
Tabel
3 Jumlah Penduduk Kecamatan
Jayaloka................................... 16
DAFTAR
GAMBAR
Gambar
1 Kantor Kecamatan
Jayaloka................................................... 8
Gambar
2 Peta Kecamatan
Jayaloka..................................................... 14
Gambar
3 Cara Tanam Padi
Darat........................................................ 23
Gambar
4 Sungai
Kungku..................................................................... 25
Gambar
5 Kebun Karet Rakyat Di desa
Margatani.............................. 27
Gambar
6 Salah Satu akses jalan di desa
Bumirejo.............................. 28
Gambar
7 Aksesibilitas ke desa
Giriyoso.............................................. 29
Gambar
8 Perkebunan Sawit di desa Ngestiboga
II.............................. 32
Gambar
9 Flora di Kecamatan
Jayaloka............................................... 34
Gambar
10 Orang
Yasinan..................................................................... 37
Gambar
11 Orang
shalawatan................................................................ 37
Gambar
12 Peringatan 17 Agustus di Lapangan Budi Utomo............... 38
Gambar
13 Paskibraka SMA Negeri 1
Jayaloka.................................... 39
Gambar
14 Masyarakat bergotong royong membuat rumah.................. 41
Gambar
15 Orang sedang memotong
karet............................................ 42
Gambar
16 Salah satu ruko yang terdapat di desa Kertosono................ 43
Gambar
17 Kantor Kepala desa
Purwodadi........................................... 44
Gambar
18 SMA yang terdapat di Kecamatan Jayaloka....................... 45
Gambar
19 SLTP 1
Margatunggal......................................................... 45
Gambar
20 SD 1 Ngestiboga
II.............................................................. 46
Gambar
21 Pasar Kecamatan
Jayaloka.................................................. 47
Gambar
22 Pasar kecamatan Jayaloka saat
hujan.................................. 47
Gambar
23
Puskesmas........................................................................... 48
Gambar
24 Masjid di desa
Kertosono.................................................... 49
Gambar
25 Masjid Agung di desa
Giriyoso........................................... 49
Gambar
26 Kantor Polisi di Kelurahan
Margatunggal.......................... 50
Gambar
27 Jalan di Kecamatan Jayaloka terlihat
sepi........................... 51
Gambar
28 Lapangan Budi utomo Kelurahan Margatunggal................ 51
Gambar
29 Lapangan desa
Margatani.................................................... 52
Gambar
30 Lapangan Volly di desa
Sukowono..................................... 52
Gambar
31 Pembukaan lahan
sawit....................................................... 55
Gambar
32 Pembakaran pembukaan
lahan............................................ 56
Gambar
33 akses dari Kecamatan Jayaloka – Kecamatan Sukakarya... 57
Gambar
34 Mobil truk sedang mengangkut
karet.................................. 58
Gambar
35 Motor penjual
sayur............................................................ 58
Gambar
36 Alat
Komunikasi................................................................. 60
Gambar
37
Radio...................................................................................61
Gambar
38 Orang mendapat Informasi dari
televisi.............................. 62
Gambar
39 Peta Kabupaten Musi
Rawas............................................... 63
Gambar
40 Peresmian PLTMG Oleh bapak Ridwan Mukti.................. 64
Gambar
41 Pembangunan Awal Proyek PLTMG.................................. 65
Gambar 1 : Kantor Kecamatan Jayaloka
Sumber : Seputar Jayaloka
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer yang menggunakan 3 pendekatan yakni Keruangan, Kelingkungan dan Kompleks Wilayah.
Dalam mengkaji suatu daerah yang di lakukan oleh seorang pengkaji bukan hanya sekedar mengetahui letak daerah tersebut dan bagaimana cara untuk menuju ke daerah tersebut. Namun pengkaji harus melakukan kajian secara kompleks mengenai daerah tersebut. Dan untuk mengkaji daerah dengan benar maka perlu menggunakan 5 tema fundamental geografi, yang meliputi lokasi, tempat, interaksi manusia dengan lingkungan, gerakan, dan region. Kelima tema tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Dalam hal ini daerah yang di kaji oleh pengkaji adalah Kecamatan Jayaloka yang merupakan tempat tinggal pengkaji tersebut.
Kecamatan Jayaloka adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Jayaloka dengan luas wilayah 241 Km2. Secara umum mata pencaharian masyarakat Kecamatan Jayaloka bersumber pada pertanian dan perkebunan dengan presentase 85 % perdagangan dan jasa sebanyak 10 % dan lain – lainya sebesar 5 %.
Dalam mengkaji suatu daerah yang di lakukan oleh seorang pengkaji bukan hanya sekedar mengetahui letak daerah tersebut dan bagaimana cara untuk menuju ke daerah tersebut. Namun pengkaji harus melakukan kajian secara kompleks mengenai daerah tersebut. Dan untuk mengkaji daerah dengan benar maka perlu menggunakan 5 tema fundamental geografi, yang meliputi lokasi, tempat, interaksi manusia dengan lingkungan, gerakan, dan region. Kelima tema tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Dalam hal ini daerah yang di kaji oleh pengkaji adalah Kecamatan Jayaloka yang merupakan tempat tinggal pengkaji tersebut.
Kecamatan Jayaloka adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Jayaloka dengan luas wilayah 241 Km2. Secara umum mata pencaharian masyarakat Kecamatan Jayaloka bersumber pada pertanian dan perkebunan dengan presentase 85 % perdagangan dan jasa sebanyak 10 % dan lain – lainya sebesar 5 %.
Sumber : Seputar Jayaloka
Sementara itu kecamatan Jayaloka terdiri dari 11 desa dan 1 Kelurahan. Adapun desa dan kelurahan tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 1 : Nama Kelurahan / Desa
Sungai Kungku merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Jayaloka. Sungai ini dimanfaatkan oleh masyarakat jayaloka untuk berbagai kebutuhan. Misalnya seperti mandi, mencuci dan lain sebagainya. Sebagian masyarakat jayaloka juga memanfaatkannya sebagai air minum.
Flora dan Fauna
Flora ( Tumbuhan)
Tabel 1 : Nama Kelurahan / Desa
No Nama Kelurahan / Desa Kode Pos 1 Margatunggal 31665 2 Sidodadi 31665 3 Sukowono 31665 4 Bumi Rejo 31665 5 Margoyoso 31665 6 Giriyoso 31665 7 Ngestiboga II 31665 8 Kertosono 31665 9 Purwodadi 31665 10 Donorojo 31665 11 Ngestiboga I 31665 12 Margatani 31665
Sumber
: Bps Musi Rawas
1.1. Latar
Belakang
Pengkajian
ini di lakukan adalah salah satu syarat untuk memenuhi tugas kuliah
pengantar geografi, yakni dalam rangka penerapan ilmu geografi dalam
kajian sebenarnya. Pengkajian yang dilakukan menggunakan pendekatan
geografi dengan 5 tema fundamental geografi.
Pengkaji
memiliki kesulitan untuk mendapatkan informasi dan data mengenai
kecamatan yang sistematis, dikarenakan terbatasnya pihak yang
berkenan untuk melakukan pengkajian tentang hal tersebut. Melihat
realita yang ada, maka pengkaji tertarik untuk melakukan kajian
tentang Kecamatan dengan 5 tema fundamental geografi yang nanti
outputnya memberikan informasi lengkap, mulai letak, karakter fisik,
interaksi manusia dan lingkungan, perpindahan manusia dan
transportasi barang sampai formal region dan fungsi region.
Kecamatan
Jayaloka yang merupakan tempat tinggal pengkaji sangat minim sekali
informasinya. Sehingga sangat di perlukan tentang informasi tentang
Kecamatan Jayaloka yang sistematis dan jelas.
1.2. Tujuan
Tujuan
dari pengkaji dalam melakukan sebuah pengkajian mengambil peranan
cukup penting dalam menentukan hasil dan kualitas dari pengkajian
yang di lakukan, sehingga tujuan pengkaji selalu mengarah pada
kepentingan bersama dan dalam konteks yang sesungguhnya. Adapun
tujuan dilakukan pengkajian ini adalah sebagai berikut :
- Mampu menyelesaikan tugas mata kuliah filsafat geografi.
- Memberikan informasie kepada pembaca mengenai Kecamatan Jayaloka
- Menjadi referensi bagi perangkat desa dalam pengembangan Kecamatan
- Menghasilkan karya tulis yang berupa buku Kecamatan yang dapat di pertanggung jawabkan.
BAB
II
PEMBAHASAN
5
tema fundamental geografi adalah 5 pembahasan dasar dalam ilmu
geografi yang berkaitan dengan pendekatan keruangan, kelingkungan dan
kompleks wilayah. Adapaun 5 tema fundamental tersebut adalah sebagai
berikut:
- Lokasi
- Tempat
- Interaksi manusia dengan lingkungan
- Gerakan
- Perpindahan Manusia
TEMA
1
LOKASI
- Konsep lokasi
Adalah
sebuah konsep yang menkaji suatu objek di permukaan bumi. Konsep
lokasi dalam geografi dibagi menjadi 2 yaitu lokasi absolut dan
lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi suatu tempat di
permukaan bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Sedangkan
lokasi relatif adalah suatu lokasi di permukaan bumi yang dilihat
dari tempat lain di sekitarnya.
- Lokasi Absolut
Kecamatan
Jayaloka secara astronomis terletak pada posisi 20,00 -30,40 LS dan
102,0,00 -1030,45 BT.
- Lokasi Relatif
Kecamatan
Jayaloka terletak di bagian selatan Kabupaten Musi Rawas dengan
memiliki batas sebagai berikut :
- sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sukakarya
- sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Tiang Pumpung Kepungut
- sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut
- sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan BTS Ulu.
Gambar
2 : Peta Kecamatan Jayaloka
Sumber
: Musi Rawas Dalam Angka
Tabel
2. Luas Lahan di Kecamatan Jayaloka
Kelurahan/Desa
|
Luas
Lahan (Ha)
|
| 1.
Marga Tunggal 2. Sidodadi 3. Sukowono 4. Bumi Rejo 5. Margoyoso 6. Giriyoso 7. UPT Ngestiboga II 8. Kertosono 9. Purwodadi 10. Donorojo 11. Ngestiboga I 12. Marga Tani |
1.848,65
352,12 184,86 176,06 440,15 4.401,54 3.081,08 1.760,62 440,15 704,25 4.392,74 2.728,96 |
Jumlah
|
20.513,18
|
Sumber
: Bps Musi Rawas
| Tabel 3. Jumlah Penduduk Kecamatan Jayaloka | |||||||||||||||
|
Sumber
: BPS Kabupaten Musi Rawas
- Jarak
Jarak
merupakan Kerangka berpikir untuk memahami keberadaan suatu objek di
tinjau dari aspek jauh-dekat ataupun waktu tempuh dari objek lain.
Kecamatan Jayaloka memiliki jarak dengan Pusat Kota Lubuk Linggau
cukup jauh yakni 60 km. Kecamatan Jayaloka memiliki jarak yang cukup
dekat dengan kecamatan yang lainnya. Sehingga kegiatan perekonomian
masih cukup bagus. Hal ini di dukung dengan akses yang cukup baik.
Sehingga roda perekonomian berjalan lancar.
TEMA
2
TEMPAT
( SPACE)
Sesuatu
tempat di permukaan bumi memiliki ciri-ciri budaya dan sifat-sifat
fizikalnya tersendiri. Satu tujuan geografi ialah untuk mengkaji
sifat-sifat istimewa dan makna sesuatu tempat. Pemahaman manusia
terhadap diversiti berakar umbi pada tempat, jadi konsep ini penting
untuk membawa pengalaman manusia ke dalam gambaran geografi atau
kejadian dipermukaan bumi yang saling berkaitan dan mengalami sebuah
proses yang saling mempengaruhi antara satu kejadian dengan kejadian
yang lain di suatu titik kejadian yang dinamakan tempat atau place.
Yang kemudian akan di bandingkan dengan .tempat lain yang memiliki
karakteritik yang berbeda Sehingga akan diperoleh sistem pola
berdasarkan pendekatan keruangan geografi.
Tempat
menggambarkan karakteristik manusia dan fisik lokasi. Karakteristik
fisik melputi deskripsi mengenai pegunungan, sungai, pantai,
topografi, hewan, dan tanaman. Karakteristik manusia mencakup fitur
budaya manusia dirancang dari sebuah tempat dari penggunaan lahan dan
arsitektur untuk bentuk mata pencaharian dan agama dengan cara –
cara makanan dan rakyat untuk jaringan transportasi dan komunikasi.
- Karakteristik Fisik Di Kecamatan Jayaloka
Merupakan
kejadian pada geosfer yang mengalami proses, sehingga menghasilkan
suatu kenampakan yang dapat menjadikan sebuah karakteristik tertentu.
Karakteristik fisik yang dipelajari dalam geografi yaitu bentuk dan
proses yang terdapat dalam suatu bentang alam. Komponen yang termasuk
dalam bentang alam adalah lahan (litosfer), air (hidrosfer), hewan
dan tumbuhan (bisofer), iklim dan cuaca (atmosfer).
Studi
geografi terhadap bentuk komponen bentang alam dimaksudkan untuk
mengkaji karakteristik dan persebarannya. Sementara Studi geografi
terhadap proses bentang alam dimaksudkan untuk mengkaji energi yang
mengiringi proses pembentukan, cara pembentukan, kronologi
pembentukan suatu objek alam, dan faktor eksternal yang mempengaruhi
perubahannya (interelasi dan interaksi antargejala).
Ilmu
bantu yang digunakan untuk mengkaji krakteristik fisik dalam geografi
terdiri dari beberapa disiplin ilmu, di antaranya: geologi,
geomorfologi, meteorologi, klimatologi, hidrologi, oceanografi, dan
biogeografi.
Geologi
merupakan ilmu bantu dalam geografi untuk mengkaji ”isi” bumi.
Geomorfologi merupakan displin terapan untuk mengkaji karakteristik
dan proses pembentukan relief bumi. Meteorologi dan klimatologi
merupakan disiplin terapan untuk mengkaji cuaca dan iklim. Hidrologi
dan oceanografi merupakan ilmu bantu untuk mengkaji perairan darat
dan laut. Biogeografi merupakan displin terapan untuk mengkaji
karakteristik serta persebaran hewan dan tumbuhan.
Kecamatan
Jayaloka memiliki karakteristik fisik yang beragam.
Lahan
Bentuk lahan di Kecamatan Jayaloka berupa perbukitan yang landai. Sehingga sangat potensial untuk perkebunan dan pertanian.
Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalamekosistem yang sesuai; mengolah, dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Tanaman yang ditanam bukanlah tanaman yang menjadi makanan pokok maupun sayuran untuk membedakannya dengan usahaladang dan hortikultura sayur mayur dan bunga, meski usaha penanaman pohon buah masih disebut usaha perkebunan. Tanaman yang ditanam umumnya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, antara kurang dari setahun hingga tahunan.Perkebunan dibedakan dari agroforestri dan silvikultur (budidaya hutan) karena sifat intensifnya.
Dalam perkebunan pemeliharaan memegang peranan penting; sementara dalam agroforestri dan silvikultur, tanaman cenderung dibiarkan untuk tumbuh sesuai kondisi alam. Karena sifatnya intensif, perkebunan hampir selalu menerapkan cara budidaya monokultur, kecuali untuk komoditas tertentu, seperti lada dan vanili. Penciri sekunder, yang tidak selalu berlaku, adalah adanya instalasi pengolahan atau pengemasan terhadap hasil panen dari lahan perkebunan itu, sebelum produknya dipasarkan. Perkebunan dibedakan dari usaha tani pekaranganterutama karena skala usaha dan pasar produknya.
Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung volume komoditas yang dihasilkan. Namun, suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya. Kepemilikan lahan bukan merupakan syarat mutlak dalam perkebunan, sehingga untuk beberapa komoditas berkembang sistem sewa-menyewa lahan atau sistem pembagian usaha, seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Perkebunan karet sangat berpotensi di Kecamatan Jayaloka, Karet merupakan komoditas utama di kecamatan Jayaloka.
Sedangkan pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzimdalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikanatau eksploitasi hutan. Pertanian yang terdapat di Kecamatan Jayaloka adalah pertanian padi darat.
Bentuk lahan di Kecamatan Jayaloka berupa perbukitan yang landai. Sehingga sangat potensial untuk perkebunan dan pertanian.
Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalamekosistem yang sesuai; mengolah, dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Tanaman yang ditanam bukanlah tanaman yang menjadi makanan pokok maupun sayuran untuk membedakannya dengan usahaladang dan hortikultura sayur mayur dan bunga, meski usaha penanaman pohon buah masih disebut usaha perkebunan. Tanaman yang ditanam umumnya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, antara kurang dari setahun hingga tahunan.Perkebunan dibedakan dari agroforestri dan silvikultur (budidaya hutan) karena sifat intensifnya.
Dalam perkebunan pemeliharaan memegang peranan penting; sementara dalam agroforestri dan silvikultur, tanaman cenderung dibiarkan untuk tumbuh sesuai kondisi alam. Karena sifatnya intensif, perkebunan hampir selalu menerapkan cara budidaya monokultur, kecuali untuk komoditas tertentu, seperti lada dan vanili. Penciri sekunder, yang tidak selalu berlaku, adalah adanya instalasi pengolahan atau pengemasan terhadap hasil panen dari lahan perkebunan itu, sebelum produknya dipasarkan. Perkebunan dibedakan dari usaha tani pekaranganterutama karena skala usaha dan pasar produknya.
Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung volume komoditas yang dihasilkan. Namun, suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya. Kepemilikan lahan bukan merupakan syarat mutlak dalam perkebunan, sehingga untuk beberapa komoditas berkembang sistem sewa-menyewa lahan atau sistem pembagian usaha, seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Perkebunan karet sangat berpotensi di Kecamatan Jayaloka, Karet merupakan komoditas utama di kecamatan Jayaloka.
Sedangkan pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzimdalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikanatau eksploitasi hutan. Pertanian yang terdapat di Kecamatan Jayaloka adalah pertanian padi darat.
Gambar 3 : Nugal Sawah Darat ( Cara Tanam Padi
Darat)
Sumber : Google.com
Sumber : Google.com
Tanah
Jenis tanah podsolik adalah tanah yang terdiri dari batuan yang banyak mengandung kuarsa. Tanah jenis ini dijumpai di pegunungan tinggi.Tanah podzolik adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin. Jenis tanah podsolik sangat mendominasi di Kecamatan Jayaloka.
Ciri-ciri tanah podzolik adalah sebagai berikut :
Tanah ini terbentuk akibat curah hujan yang tinggi dan suhunya yang rendah. Tanah ini mempunyai ciri-ciri yaitu miskin akan unsur hara, tidak subur dan berwarna merah sampai kuning. Tanah jenis ini cocok untuk tanaman kelapa dan jambu mente. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah dataran tinggi jawa barat, sumatera, maluku, kalimantan dan papua.
Tanah ini terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzol bercirikan miskin unsur hara, tidak subur, dan berwarna merah sampai kuning. Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete. Tanah podzol banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.
Keadaan Iklim
Kecamatan Jayaloka memiliki iklim tropis basah dengan rata – rata hujan cukup tinggi yaitu 219 mm per bulan. Dengan keadaan iklim yang seperti ini maka Pertanian dan Perkebunan di Kecamatan Jayaloka tidak akan kehabisan sumber air. Sehingga pertanian dapat berlangsung dengan baik.
Air ( Hidrosfer)
Sungai merupakan sumber air yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia. Sehingga kebersihan sungai sangatlah penting untuk di jaga. Salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Jayaloka adalah sungai Kungku.
Jenis tanah podsolik adalah tanah yang terdiri dari batuan yang banyak mengandung kuarsa. Tanah jenis ini dijumpai di pegunungan tinggi.Tanah podzolik adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin. Jenis tanah podsolik sangat mendominasi di Kecamatan Jayaloka.
Ciri-ciri tanah podzolik adalah sebagai berikut :
Tanah ini terbentuk akibat curah hujan yang tinggi dan suhunya yang rendah. Tanah ini mempunyai ciri-ciri yaitu miskin akan unsur hara, tidak subur dan berwarna merah sampai kuning. Tanah jenis ini cocok untuk tanaman kelapa dan jambu mente. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah dataran tinggi jawa barat, sumatera, maluku, kalimantan dan papua.
Tanah ini terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzol bercirikan miskin unsur hara, tidak subur, dan berwarna merah sampai kuning. Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete. Tanah podzol banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.
Keadaan Iklim
Kecamatan Jayaloka memiliki iklim tropis basah dengan rata – rata hujan cukup tinggi yaitu 219 mm per bulan. Dengan keadaan iklim yang seperti ini maka Pertanian dan Perkebunan di Kecamatan Jayaloka tidak akan kehabisan sumber air. Sehingga pertanian dapat berlangsung dengan baik.
Air ( Hidrosfer)
Sungai merupakan sumber air yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia. Sehingga kebersihan sungai sangatlah penting untuk di jaga. Salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Jayaloka adalah sungai Kungku.
Gambar
4 : Sungai Kungku
Sumber
: Seputar Jayaloka
Flora dan Fauna
Flora ( Tumbuhan)
Adalah semua dari jenis tanaman. Kecamatan Jayaloka memiliki beragam flora. Namun hampir semua flora di Kecamatan Jayaloka adalah tanaman tahunan atau tanaman produksi. Selain itu di Kecamatan jayaloka tidak terdapat flora khas atau flora asli Kecamatan Jayaloka. Semua flora di Kecamatan Jayaloka juga terdapat di wilayah lain. Seperti halnya karet dan sawit.
( Tanaman Karet )
Tanaman karet adalah tanaman daerah tropis. Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi di atas. Di beberapa kebun karet ada kecondongan arah tumbuh tanamannya agak miring kea rah utara. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal lateks (Anonim, 1999).
Memang, tanaman karet tergolong mudah diusahakan. Apalagi kondisi Negara Indonesia yang beriklim tropis, sangat cocok untuk tanaman yang berasal dari Daratan Amerika Tropis, sekitar Brazil. Hampir di semua daerah di Indonesia, termasuk daerah yang tergolong kurang subur, karet dapat tumbuh baik dan menghasilkan lateks. Karena itu, banyak rakyat yang berlomba-lomba membuka tanahnya untuk dijadikan perkebunan karet.
( Tanaman Karet )
Tanaman karet adalah tanaman daerah tropis. Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 m. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi di atas. Di beberapa kebun karet ada kecondongan arah tumbuh tanamannya agak miring kea rah utara. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal lateks (Anonim, 1999).
Memang, tanaman karet tergolong mudah diusahakan. Apalagi kondisi Negara Indonesia yang beriklim tropis, sangat cocok untuk tanaman yang berasal dari Daratan Amerika Tropis, sekitar Brazil. Hampir di semua daerah di Indonesia, termasuk daerah yang tergolong kurang subur, karet dapat tumbuh baik dan menghasilkan lateks. Karena itu, banyak rakyat yang berlomba-lomba membuka tanahnya untuk dijadikan perkebunan karet.
Gambar
5 : Kebun Karet Rakyat di desa Margatani
Sumber
: Seputar Jayaloka
Luas lahan karet yang dimiliki Indonesia mencapai 2,7-3 juta hektar. Ini merupakan lahan karet yang terluas di dunia. Perkebunan karet yang besar banyak diusahakan oleh pemerintah serta swasta. Sedangkan perkebunan karet dalam skala kecil pada umumnya dimiliki oleh rakyat.
Kecamatan Jayaloka adalah salah satu kecamatan yang memiliki potensi kebun karet yang sangat luas. Luas lahan karet di kecamatan Jayaloka adalah 20.513,18 Ha. Sehingga dengan potensi yang sangat besar sangat memungkinkan menjadikan Kecamatan Jayaloka sebuah kecamatan yang maju di Kabupaten Musi Rawas. Selain itu kecamatan jayaloka berpotensi untuk maju karena aksesibilitas di kecamatan jayaloka sudah cukup bagus. Sehingga sangat mudah untuk melakukan penjualan hasil dari kebun Karet yang di peroleh para petani kepada pihak pengepul.
Kecamatan Jayaloka adalah salah satu kecamatan yang memiliki potensi kebun karet yang sangat luas. Luas lahan karet di kecamatan Jayaloka adalah 20.513,18 Ha. Sehingga dengan potensi yang sangat besar sangat memungkinkan menjadikan Kecamatan Jayaloka sebuah kecamatan yang maju di Kabupaten Musi Rawas. Selain itu kecamatan jayaloka berpotensi untuk maju karena aksesibilitas di kecamatan jayaloka sudah cukup bagus. Sehingga sangat mudah untuk melakukan penjualan hasil dari kebun Karet yang di peroleh para petani kepada pihak pengepul.
Thursday, November 5, 2015
ASAL USUL KANKER Di RAHIM
ASAL USUL KANKER Di RAHIM
Sharing untuk para wanita (Bila pria yg terima tolong di teruskan ke wanita? di sekitar anda)1. "Jangan Minum air Es,air soda,dan kelapa Saat Haid"2. "Jangan keramas karena pori kepala sedang terbuka pd saat haid krn bisa menyebabkan sakit kepala (kena angin kepala)" "sangat berbahaya efek ini bisa di rasakan saat muda dan saat tua"
3."Jangan makan mentimun saat sdng haid karena getah yg ada pada mentimun bs menyebabkan haid tersisa di dinding rahim."
4. "Selain itu saat sdng haid" "Tubuh tdk boleh terbentur, terjatuh dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut karena bisa menyebabkan muntah darah, rahim bisa terluka"
Riset membuktikan, minum es saat haid bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 thn dapat menyebabkan "KISTA & KANKER RAHIM". Tolong info ini disebarkan ke banyak wanita baik ibu, istri, anak putri kita, maupun teman wanita, ini . menunjukkan bahwa kita peduli sama mereka,Sayangi wanitamu. Indahnya Berbagi...Jgn putus dikamu ya..
semoga bermanfaat bagi para wanita.
SUMBER : LPKI
( LEMBAGA PENYULUHAN KANKER INDONESIA )
Subscribe to:
Posts (Atom)









